Cover Jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi NTT Bersinergi dengan Gubernur NTT

Kanwil Ditjen Imigrasi NTT Perkuat Sinergi dengan Gubernur, Percepat Pembangunan Kantor Imigrasi Hingga Daerah Terpencil

KUPANG – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (Kanwil Ditjen Imigrasi NTT) terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk mempercepat pembangunan kantor imigrasi di sejumlah kabupaten serta meningkatkan kualitas pelayanan keimigrasian, khususnya di wilayah perbatasan dan daerah terpencil. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan koordinasi Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang, bersama Gubernur Nusa Tenggara Timur di Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Pertemuan ini membahas percepatan pembangunan kantor imigrasi, pengelolaan aset daerah, serta perluasan jangkauan pelayanan kepada masyarakat. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam rencana pengembangan tersebut meliputi Sumba Timur, Ngada, dan Alor, Larantuka dan peningkatan layanan keimigrasian di daerah perbatasan, dengan target penyelesaian pembangunan kantor imigrasi sebelum tahun 2028.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan keimigrasian yang lebih dekat, mudah dijangkau, dan merata. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan maupun daerah dengan keterbatasan infrastruktur, kehadiran kantor imigrasi di daerah diharapkan dapat mengurangi kendala jarak dan biaya perjalanan untuk mengakses layanan.
Kakanwil Imigrasi NTT dan Gubernur NTT
Dalam pertemuan tersebut, Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT menyampaikan bahwa kehadiran layanan imigrasi di wilayah tersebut merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat yang telah lama disampaikan melalui pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.
Gubernur NTT, Melki Laka Lena, mengapresiasi koordinasi dan kerja sama yang selama ini terjalin antara pemerintah provinsi dan jajaran imigrasi. Menurutnya, sinergi antarlembaga menjadi faktor penting dalam memastikan pelayanan publik yang optimal, terutama bagi masyarakat di wilayah perbatasan dan daerah terpencil.
Ia juga menegaskan dukungan pemerintah provinsi terhadap pengembangan layanan keimigrasian sebagai bagian dari upaya menghadirkan negara di tengah masyarakat.
Salah satu perkembangan yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pelaksanaan pelayanan keimigrasian di Sumba Timur. Layanan di wilayah Larantuka telah diluncurkan bulan Agustus sedangkan di Sumba Timur telah diluncurkan sejak awal September dan dijadwalkan beroperasi dua kali setiap bulan, yakni pada minggu pertama dan ketiga. Kehadiran layanan keimigrasian ini mendapat antusiasme masyarakat karena menjawab kebutuhan pelayanan yang selama ini dinantikan.
Jajaran Kanwil Imigrasi NTT dan Gubernur NTT
Gubernur NTT menyampaikan apresiasi bahwa dengan kehadiran layanan imigrasi yang dilakukan oleh Imigrasi NTT di beberapa kabupaten tersebut merupakan jawaban atas aspirasi masyarakat yang telah lama disampaikan melalui pemerintah daerah, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.
Saroha menyampaikan untuk kabupaten Ngada, pelayanan keimigrasian sementara akan dilaksanakan setelah pembukaan layanan keimigrasian di Alor dan dijadwalkan mulai beroperasi pada 28 Oktober mendatang. Pengembangan di wilayah-wilayah tersebut diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keimigrasian demi mewujudkan semangat Imigrasi untuk Rakyat.
Dalam proses pembangunan dan pengembangan kantor Imigrasi di beberapa kabupaten dan wilayah perbatasan, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta pihak terkait, guna memastikan pengelolaan aset dan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai ketentuan. Skema hibah tanah dan renovasi gedung menjadi alternatif yang dipertimbangkan untuk mendukung penyediaan fasilitas pelayanan.
Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Bersama Gubernur NTT
Gubernur NTT, Melki Laka Lena menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pengembangan layanan keimigrasian di wilayahnya. Menurutnya, pembangunan kantor imigrasi tidak semata-mata berkaitan dengan penyediaan infrastruktur, tetapi juga menjadi wujud kehadiran negara dalam memberikan pelayanan keimigrasian kepada masyarakat sekaligus memperkuat keamanan di wilayah perbatasan.
Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang, turut menyampaikan optimisme bahwa melalui sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat, pembangunan kantor imigrasi di Nusa Tenggara Timur dapat direalisasikan sesuai target. Ia berharap pengembangan fasilitas dan perluasan jangkauan pelayanan keimigrasian dapat diselesaikan sebelum tahun 2028 sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh layanan keimigrasian yang mudah, efektif, dan berkeadilan.
Upaya ini sejalan dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat”, yakni menghadirkan pelayanan keimigrasian yang semakin dekat, responsif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui percepatan pembangunan kantor serta penguatan layanan di wilayah perbatasan dan daerah terpencil, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT berkomitmen mendukung pemerataan pelayanan publik, mendorong mobilitas masyarakat, membuka peluang pertumbuhan ekonomi lokal, serta memperkuat pengawasan dan keamanan di wilayah perbatasan negara.

Kolaborasi yang berkelanjutan antara jajaran imigrasi, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan menjadi fondasi bagi terwujudnya pelayanan keimigrasian yang inklusif dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Artikel Serupa