Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Dorong Peserta Magang Belajar, Berkembang, dan Kuasai Teknologi
Kupang – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT), Saroha Manullang, memberikan pembekalan kepada delapan peserta program MagangHub Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) di Ruang Rapat Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Senin (31/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Saroha mendorong para peserta untuk memanfaatkan masa magang sebagai ruang belajar dan membangun pengalaman kerja secara langsung. Program magang yang berlangsung selama enam bulan ini diharapkan dapat menjadi kesempatan bagi peserta, khususnya para lulusan baru, untuk memahami budaya kerja sekaligus mengembangkan pola pikir profesional.
“Beruntung kalian semua sudah masuk di tengah persaingan ketat dan kesempatan yang langka. Enam bulan ke depan, manfaatkan untuk belajar setiap bagian dan bidang, jadikan kehadiran kalian punya kesan dan manfaat bagi diri sendiri serta institusi,” ujar Saroha.
Saroha juga menekankan pentingnya kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Menurutnya, peserta magang perlu memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), sebagai sarana pendukung pekerjaan. Namun, penggunaan teknologi tersebut harus disertai kemampuan berpikir kritis dengan melakukan verifikasi dan analisis terhadap informasi yang diperoleh.
Selain teknologi, peserta juga didorong untuk memanfaatkan media sosial secara produktif. Saroha melihat media sosial dapat menjadi sarana untuk menyampaikan informasi dan edukasi kepada masyarakat. Karena itu, peserta magang diharapkan mampu menghasilkan konten yang informatif, kreatif, dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Gunakan media sosial secara produktif. Jadilah content creator yang mampu menghasilkan konten edukatif dan bernilai. Apa yang kita lakukan di ruang digital harus memberikan manfaat,” pesannya.
Hal lain yang menjadi perhatian dalam pembekalan tersebut adalah pentingnya menjaga etika serta meningkatkan kepedulian terhadap isu Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Saroha mengingatkan bahwa masyarakat Nusa Tenggara Timur masih menghadapi ancaman TPPO sehingga generasi muda perlu memiliki pemahaman dan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk praktik tersebut.
Para peserta juga diingatkan untuk menjaga disiplin selama menjalani program magang serta membangun sikap saling menghormati, baik kepada pimpinan, orang tua, rekan kerja maupun sesama peserta magang. Menurut Saroha, kompetensi yang diperoleh selama magang perlu berjalan beriringan dengan karakter dan etika yang baik.
Melalui pembekalan ini, para peserta MagangHub diharapkan dapat memanfaatkan enam bulan masa magang secara optimal, tidak hanya untuk meningkatkan kompetensi dan pengalaman kerja, tetapi juga membangun karakter profesional yang dapat menjadi bekal dalam memasuki dunia kerja.
Saroha berharap para peserta mampu memberikan kontribusi positif selama berada di lingkungan Kanwil Ditjen Imigrasi NTT serta membawa pengalaman yang diperoleh untuk terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat maupun institusi tempat mereka berkarya di masa mendatang.
