Ditjen Imigrasi NTT Catat Kinerja Gemilang Semester I 2026: PNBP Tembus Rp21 Miliar dan Raih Peringkat Kedua Nasional
KUPANG – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT) Saroha Manullang dalam memaparkan capaian kinerja semester pertama tahun 2026 dalam konferensi pers di Aula Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Kamis (23/7). Acara yang digelar sebagai bentuk akuntabilitas publik itu dirangkaikan dengan pernyataan resmi dari Kepala Kanwil beserta jajaran pimpinan satuan kerja di lingkungan imigrasi NTT.
Didampingi Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang (Ma’mum) , Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Belu (Yusuf Ginting) , Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere (Dianta Sinuraya), Kepala Kantor Imigrasi Labuan Bajo (Charles C. Mathaus), dan Kepala Rudenim Kupang (I Made Surya Artha), dalam paparannya, Kakanwil Direktorat Jenderal Imigrasi NTT, Saroha Manullang menyampaikan capaian Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp. 21. 487.839.000 miliar atau meningkat 85,61 persen dari target yang ditetapkan pada periode yang sama.
Pencapaian ini tidak lepas dari peningkatan signifikan kunjungan wisatawan mancanegara ke sejumlah destinasi utama di Provinsi NTT, seperti Labuan Bajo, Maumere, dan Kupang. Sepanjang semester I tahun 2026, Kanwil Direkotorat Jenderal Imigrasi NTT juga menyampaikan telah diterbitkan sebanyak 10.071 paspor dan 22.016 izin tinggal bagi Warga Negara Asing (WNA).
“Dengan segala keterbatasan, dengan segala kekurangan, kami berupaya bersama seluruh jajaran imigrasi yang ada di NTT memaksimalkan segala potensi sumber daya yang dimiliki. Ini bukan membuat kami down, tapi justru memunculkan inovasi-inovasi pelayanan. Saya sangat berterima kasih kepada seluruh satuan kerja, Imigrasi Kupang, Atambua, Maumere, Labuan Bajo, dan Rumah Detensi yang sudah berupaya maksimal melaksanakan tugas dan fungsi dengan baik pada semester pertama ini,” ujar Saroha Manullang.
Di tengah luas wilayah NTT yang mencapai kurang lebih 47.350 kilometer persegi dengan 1.192 pulau, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT mengoptimalkan pengawasan melalui berbagai kegiatan operasi, mandiri, Tim Pengawasan Orang Asing (Timpora), hingga operasi gabungan. Sedangkan Total pelintas yang melewati wilayah NTT selama enam bulan pertama tahun 2026 tercatat sebanyak 368.162 orang, terdiri dari 177.341 keberangkatan dan 190.821 kedatangan.
Saroha Manullang juga menyampaikan bahwa Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, selalu melakukan koordinasi erat dengan stekholder dalam menekan pelanggaran keimigrasian di pintu-pintu masuk internasional. Sementara itu, Kepada Kantor Imigrasi Kelas II TPI Atambua, Saroha Manullang menyampaikan, bahwa tantangan di wilayah perbatasan darat yang berbatasan langsung dengan Timor Leste sehingga upaya yang dilakukan selama ini yaitu berkolaborasi dengan instansi terkait guna memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga negara asing yang akan melintas melalui tempat-tempat pemeriksaan imigrasi di atambua.
“Atambua adalah pos terdepan negara. Tantangannya sangat kompleks, mulai dari lalu lintas perbatasan hingga potensi kerawanan imigrasi. Kami fokus pada optimalisasi pelayanan kepada masyarakat dan peningkatan pengawasan di garis perbatasan dengan tetap mengedepankan keamanan dan kedaulatan negara,” tegas Saroha”.
“Rencana pembentukan Kantor Imigrasi di Larantuka adalah langkah strategis untuk mendekatkan dan memperkuat pelayanan keimigrasian serta meningkatkan akses terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ini juga merupakan bentuk perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) agar sesuai prosedur dan ketentuan hukum,” jelas Saroha.
Sementara itu, Saroha juga menyampaiak bahwa Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang, dalam penanganan terhadap 16 Warga Negara Uzbekistan yang diduga melakukan pelanggaran masa tinggal (overstay) dan berencana melakukan perjalanan ilegal ke Australia akan segera dideportasi, dan untuk sementara mereka masih menjalani proses penahanan di Rudenim Kupang.
Ke depan, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT memproyeksikan penguatan pelayanan dan pengawasan melalui penambahan empat kantor imigrasi baru di Alor, Flores Timur, Ngada, dan Sumba Timur. Proyek pembangunan Rumah Susun Negara di Labuan Bajo juga terus dikawal untuk meningkatkan kesejahteraan aparatur dan mendukung kinerja pelayanan di kawasan pariwisata super prioritas . Dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat“, jajaran Ditjen imigrasi NTT optimistis dapat terus menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan negara dan memberikan pelayanan prima bagi masyarakat.
