Capaian Kinerja Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur Periode Januari–Desember 2025
Sepanjang periode Januari hingga Desember 2025, berdasarkan data dari Bagian Tata Usaha dan Umum, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (Kanwil Ditjen Imigrasi NTT) menunjukkan kinerja yang optimal dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian. Hal ini tercermin dari capaian penyerapan anggaran yang mencapai 97,53% dari total pagu sebesar Rp5.823.371.000, dengan realisasi sebesar Rp5.679.617.677, yang mencerminkan efektivitas dan akuntabilitas pengelolaan keuangan. Sejalan dengan peningkatan kualitas pelayanan, penguatan sumber daya manusia juga menjadi perhatian, di mana sepanjang tahun 2025 telah dilaksanakan pembinaan terhadap 5 orang pegawai serta penjatuhan hukuman disiplin kepada 3 orang pegawai sebagai upaya pembinaan, penegakan disiplin, dan perbaikan kinerja organisasi.
Dalam bidang pengawasan dan penegakan hukum keimigrasian, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT secara aktif melaksanakan berbagai kegiatan operasi dan pengawasan. Sepanjang tahun 2025 telah dilaksanakan 13 operasi intelijen keimigrasian, 5 operasi mandiri, dan 2 operasi gabungan. Selain itu, dilakukan pula kegiatan Bina Desa Pengawasan Orang Asing dan Penegakan Hukum Keimigrasian (BIDALWASNIS) sebanyak 9 kali serta 2 kegiatan pengawasan orang asing melalui Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA). Dari sisi internal, penguatan tata kelola organisasi juga dilakukan melalui 17 pemeriksaan kode etik, disiplin PNS, dan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP).
Dari sisi lalu lintas keimigrasian, total perlintasan selama tahun 2025 tercatat sebanyak 669.375 perlintasan. Rinciannya, jumlah kedatangan mencapai 338.193 orang yang terdiri dari 226.833 Warga Negara Asing (67,07%) dan 111.360 Warga Negara Indonesia (32,93%). Sementara itu, keberangkatan tercatat sebanyak 331.182 orang dengan komposisi 218.699 WNA (66,04%) dan 112.483 WNI (33,96%). Data ini mencerminkan peran strategis Nusa Tenggara Timur sebagai salah satu pintu masuk dan keluar orang di kawasan timur Indonesia.
