Lantik Pejabat Struktural dan Fungsional, Kakanwil Tekankan Integritas dan Profesionalisme
Kupang – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur menggelar pengambilan sumpah/janji jabatan bagi pejabat struktural dan fungsional di lingkungan kerjanya, Selasa (28/7) . Kegiatan yang berlangsung di Aula Kanwil Imigrasi NTT ini dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Wilayah, Saroha Manullang, dan dihadiri sejumlah pejabat penting, termasuk Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Kepatuhan Internal Kanwil Ditjenim NTT, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Kepala Rumah Detensi Imigrasi Kupang serta beberapa pejabat struktural dan fungsional dari UPT Imigrasi dan seluruh staf Kantor Wilayah ditjen Imigrasi NTT.
Pelantikan ini didasarkan pada Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor SEK-98.SA.03.04 Tahun 2024 tentang Pengangkatan pertama dalam Jabatan Fungsional Pranata Komputer di Lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan serta Keputusan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT Nomor WIM.22.2231.SA.04.01 Tahun 2026 tentang pemberhentian dan pengangkatan dalam jabatan struktural eselon V. Selain itu, turut dilantik pejabat fungsional Analis Kebijakan dan Pranata Komputer berdasarkan keputusan menteri yang ditetapkan pada 08 Juli 2026.
Dalam sambutannya, Kakanwil Saroha Manullang menyampaikan dua arahan utama kepada para pejabat yang baru dilantik. Pertama, ia menekankan pentingnya menjalankan tugas dengan penuh profesionalisme dan produktivitas.
“Saudara sekalian adalah penggerak utama organisasi. Tuntutlah diri untuk bekerja cepat, tepat, dan transparan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Kedua, Manullang mengingatkan agar seluruh pejabat senantiasa menjaga etika dan integritas. “Jauhi segala bentuk penyimpangan yang dapat merusak citra institusi. Bangun kerja sama internal dan eksternal yang solid demi kelancaran tugas,” ujarnya.
Selain arahan, Kakanwil juga menegaskan dua hal krusial. Penegasan pertama menyangkut kondisi geografis NTT yang menantang dengan 1.192 pulau dan perbatasan internasional dengan Timor Leste serta Australia.
“Dengan hanya 416 pegawai, kita harus bekerja ekstra keras dan berkolaborasi. Tidak ada ruang untuk kelambanan,” tandasnya.
Penegasan kedua, Manullang meminta agar setiap pejabat menempatkan diri sebagai pembawa energi positif dan inovasi.
“Jadilah solusi, bukan masalah. Setiap jejak kinerja harus menjadi catatan positif yang membawa dampak besar bagi institusi ke depan,” pungkasnya.
Kegiatan diakhiri dengan pembacaan doa dan foto bersama dan harapan agar para pejabat yang baru dilantik mampu mengemban amanah dengan sebaik-baiknya di tengah dinamika tugas keimigrasian yang semakin kompleks.
