Cover Penguatan Tugas dan Fungsi Pegawai Imigrasi NTT

Perkuat Tugas dan Fungsi Keimigrasian, Kakanwil Ditjen Imigrasi NTT Dorong Peningkatan Kualitas Pelayanan Humanis

Kupang – Sebagai wadah bagi jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Nusa Tenggara Timur (Kanwil Ditjen Imigrasi NTT) untuk memperkuat pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian sekaligus mengevaluasi berbagai aspek pelayanan, kedisiplinan, pengelolaan anggaran, hingga pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN), Kanwil Ditjen Imigrasi NTT menggelar rapat penguatan tugas dan fungsi (tusi) keimigrasian bersama seluruh satuan kerja (satker) di wilayah Nusa Tenggara Timur, Rabu (2/9).

Kegiatan yang berlangsung dari Aula Kanwil Ditjen Imigrasi NTT tersebut diikuti secara daring oleh seluruh satuan kerja imigrasi, jajaran Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Kupang, Kantor Imigrasi Kupang, Kantor Imigrasi Labuan Bajo, Kantor Imigrasi Atambua, dan Kantor Imigrasi Maumere.
Penguatan Tugas dan Fungsi Pegawai Imigrasi NTT
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang, memberikan perhatian khusus terhadap pelaksanaan pelayanan keimigrasian di wilayah Flores yang masih terdampak gempa bumi. Ia menekankan agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan memperhatikan situasi dan kondisi di lapangan, terutama aspek keselamatan bagi petugas maupun masyarakat.

Khususnya bagi dua satuan kerja imigras di wilayah Flores, pelayanan harus tetap berjalan dengan memperhatikan kondisi alam saat ini. Keselamatan harus menjadi perhatian utama,” ujar Saroha.

Selain kondisi kebencanaan, Saroha mengingatkan seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan kualitas pelayanan keimigrasian, baik kepada masyarakat di dalam negeri maupun warga negara asing yang membutuhkan layanan. Menurutnya, situasi yang dihadapi tidak boleh mengurangi komitmen jajaran dalam memberikan pelayanan yang optimal.
Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan capaian penyerapan anggaran dengan tetap memperhatikan kalender kerja serta memastikan setiap penggunaan anggaran dilaksanakan secara efektif dan bertanggung jawab.
Dalam pengelolaan BMN, seluruh satuan kerja diminta memastikan pemanfaatannya dilakukan secara tepat sasaran dan tepat guna.

Saroha juga mengingatkan jajaran untuk meminimalisir potensi pelanggaran dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Arahan Kakanwil Terkait Tugas dan Fungsi Pegawai Imigrasi NTT

Lakukan pelayanan yang humanis, bukan arogansi. Setiap masyarakat yang datang harus dilayani dengan sikap yang baik, ramah, dan profesional. Berikan penjelasan yang jelas serta bantu masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jangan sampai masyarakat merasa dipersulit dalam memperoleh pelayanan. Jadikan setiap interaksi dengan masyarakat sebagai bagian dari upaya kita membangun kepercayaan terhadap institusi,” tegas Saroha.

Arahan tersebut menjadi penekanan bagi seluruh jajaran Kanwil Ditjen Imigrasi NTT agar pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian tidak hanya berorientasi pada capaian kinerja, tetapi juga mengedepankan sikap profesional, humanis, disiplin, serta kepedulian terhadap keselamatan.
Melalui rapat penguatan tusi ini, Kanwil Ditjen Imigrasi NTT mendorong seluruh satker untuk terus menjaga kualitas pelayanan keimigrasian di tengah berbagai kondisi yang dihadapi, termasuk situasi pascagempa di Flores, dengan tetap mengutamakan keselamatan, integritas, dan kebutuhan masyarakat.

Artikel Serupa