Ditjen Imigrasi Gelar Penguatan Kehumasan, Kakanwil NTT: Promosikan Diri Lewat Algoritma Positif
Kupang – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi NTT (Kanwil Ditjenim) dan Direktorat Jenderal Imirgasi Jakarta menggelar kegiatan Penguatan Kehumasan dan Pengelolaan Media Sosial guna meningkatkan profesionalitas petugas humas di lingkungan imigrasi di Wilayah NTT. Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Detensi Imigrasi Kupang yang diikuti oleh Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Rudenim Kupang serta seluruh Pegawai UPT Imigrasi dan Rudenim di Kota Kupang dan juga melalui daring (zoom) bagi ASN Kantor Imigrasi yang berada diluar NTT.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kanwil Ditjenim NTT, *Saroha Manullang* , Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran humas sebagai garda terdepan dalam membangun citra positif institusi.
“Kunci utama adalah promosikan diri dan instansi secara positif dengan memanfaatkan algoritma media sosial. Jika tidak ada yang mempromosikan dirimu, promosikanlah melalui publikasi. Yakinlah, algoritma alam semesta akan membawa hal positif,” ujar Saroha di hadapan para peserta.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi penyampaian materi dari dua narasumber kompeten. Achmad Nur Saleh Kofung dari bidang komunikasi publik memaparkan strategi membangun narasi kehumasan yang efektif, sementara Yolanda Rosylvia Juniar memberikan materi mendalam tentang teknik public speaking dan pengelolaan media sosial yang profesional.
Dalam paparannya, Yolanda menekankan bahwa petugas imigrasi sebagai ujung tombak pelayanan publik harus menguasai komunikasi yang jelas, santun, dan mampu menghadapi berbagai karakter masyarakat.
“Di era digital, setiap interaksi bisa terekam dan menjadi viral. Karena itu, petugas harus selalu memberikan pelayanan terbaik dengan bahasa tubuh positif dan ekspresi tenang,” tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan komitmen seluruh peserta untuk menerapkan ilmu yang telah diperoleh guna mendukung transformasi digital dan pelayanan prima di lingkungan imigrasi. Dengan penguatan kehumasan ini, diharapkan citra imigrasi semakin profesional dan mampu merebut kembali kepercayaan masyarakat melalui komunikasi publik yang transparan dan akuntabel.
