Imigrasi Gencar Optimalisasi Komunikasi Publik, Saroha Manullang inisiasi program “Kopi Nusa”
Direktorat Jenderal Imigrasi menggelar kegiatan penguatan komunikasi publik untuk memulihkan kepercayaan masyarakat melalui strategi publikasi masif, penguatan media sosial, dan kolaborasi strategis dengan stakeholder, Selasa (14/7).
Kupang – Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen Imigrasi) menggelar kegiatan “Optimalisasi Komunikasi Publik untuk Penguatan Citra Positif Imigrasi” secara virtual pada Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Ditjen Imigrasi, Sandi Andaryadi, dan diikuti oleh seluruh Kepala Kantor Wilayah dan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Imigrasi se-Indonesia berserta Tim Humas. Langkah ini diambil sebagai respons atas penurunan kepercayaan masyarakat terhadap institusi imigrasi pasca sejumlah isu negatif yang berkembang.
Dalam sambutannya, Sekretaris Ditjen Imigrasi Sandi Andaryadi menegaskan bahwa fungsi komunikasi publik telah ditempatkan pada level yang sama dengan bidang teknis lainnya, seperti pengawasan dan pelayanan. Ia meminta seluruh Kepala UPT Imigrasi untuk memberikan perhatian serius terhadap fungsi kehumasan.
“Kehumasan adalah representasi institusi di ruang publik. Wajah organisasi dibentuk melalui komunikasi yang konsisten, profesional, dan kredibel. Saya tidak mau fungsi ini hanya bergerak reaktif seperti memadamkan kebakaran,” ujar Sandi Andaryadi di hadapan seluruh peserta.
Salah satu instruksi utama yang ditegaskan adalah pengelolaan media sosial di setiap UPT. Akun-akun media sosial pada satuan kerja harus berfungsi sebagai dalam publikasi guna mendukung Pembangunan citra positif imigrasi. Arahan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Dirjen Imigrasi dan bukan sekadar pemenuhan target administratif.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari penguatan kepada seluruh UPT Imigrasi agar strategi komunikasi digital dalam rangka memperluas jangkauan publikasi, mendukung pengelolaan isu, dan pembentukan narasi positif mengenai kinerja Imigrasi,” jelas Sandi.
“Media sosial UPT hadir untuk memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, bukan sekadar etalase dokumentasi kegiatan internal. Fokuslah pada apa yang dibutuhkan masyarakat, bukan pada apa yang ingin dilihat oleh pimpinan,” tegas Ahmad.
Kepala Kantor Wilayah Ditjen Imigrasi NTT, Saroha Manullang juga turut menyampaikan apresiasi dan masukan, termasuk inisiasi program “Kopi Nusa” sebagai wadah kolaborasi publikasi di wilayahnya. Ia juga meminta adanya standarisasi kehumasan yang dapat disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing daerah.
Ke depan, Ditjen Imigrasi berkomitmen menambah anggaran khusus untuk hubungan media dan pers di seluruh UPT mulai tahun 2027. Langkah ini diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi setiap satuan kerja untuk membangun jaringan dan komunikasi yang lebih efektif dengan insan pers.
“Komunikasi publik tidak boleh berjalan sendiri, melainkan harus menjadi bagian yang terintegrasi dengan setiap pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi,” pungkas Sandi Andaryadi mengakhiri arahannya.
